wishful wednesday

Image

fiuuuuuh….

rasanya setengah mati untuk familiar dengan blog kembali

sebentar, ijinkan saya mengambil nafas dalam-dalam, susah sekali jadi orang gaptek.

oke, untuk “my wishful wednesday”, saya pilih :

Image

The Wizard of OZ

karya dari L.Frank Baum

awal tahu buku ini dari novel karya “fira basuki”, the trilogy of “Jendela, Pintu, Atap”.

bagaimana seorang fira basuki, menciptakan tokoh “june” yang diberikan pengaruh oleh

Dorothy “the wizard of Oz”.

Rela bersekolah di Pittsburg, tempat yang sangat jauh berbeda dibandingkan New York, Los Angeles, tempa2 incaran mahasiswa indonesia untuk melanjutkan kuliah.

Hanya karena tempat ‘dorothy” ini menawarkan sebuah kedamaian.

Walaupun pada awalnya dorothy terdampar sebagai pahlawan di sebuah negeri antah berantah, yang sangat indah dibandingkan Kansas , tempat tinggalnya yang , miskin padang rumput, penuh debu, gersang.

Murni fiksi , tapi obsesi tentang padang rumput, hutan yang lebat, alam subtropis yang sangat berbeda dengan bumi indonesia bikin saya penasaran.

enid bylton dengan “si gadis kaya yang sombong, anak dalam cermin” dan sisa 5 judulnya lain, memberikan inspirasi yang akhirnya menjadi obsesi akan alam benua eropa dan L.Fraunk Baum sukses menginspirasi dengan alam benua amerika.

Kalau kata fira basuki , pittsburg memberikan kedamaian, dengan woody woodpecker yang tertawa jauh berbeda dengan si woody yang tivi.

Hampir kecewa berat , kehabisan buku untuk dibaca ternyata tidak mengenakkan.

syukurnya walaupun besok weekend, saya tetap bekerja…tidak terasa karena jelas sekali saya sedang fakir bahan bacaan.

Thats my wishful wednesday this weekend, what about you?

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

idealisme itu tersentak di garis start

IDEALISME ITU TERSENTAK DI GARIS START (part I)

Masuk ke dunia pekerjaan saya ini bagaikan masuk hutan rimba. Saya yang baru lulus fakultas kedokteran swasta, dan baru lulus dari ujian kompetesi dokter se-Indonesia (sebuah legalitas bagi kami lulusan fk swasta bahwa kami pun sama), memberanikan diri merantau ke pulau seberang, pulau dimana populasi orang utan menjadi primadona bagi para ilmuwan di dunia harus dibantai demi lahan kelapa sawit, pulau kalimantan. Tidak bertetangga dg rumah ‘orang utan’, tapi provinsi samping timurnya, kalimantan selatan. Tak beda jauh dengan tetangganya, isu kerusakan lingkungan akibat pertambangan batu bara pun menyeruak.

Kenapa kalimantan? Karena satu2nya tempat saya bisa kerja menjadi dokter PTT hanya di kalimantan.

 Orang tua mengijinkan di pulau ini agar lebih mudah dijenguk. Yah memang hampir 5 tahun , dari tahun 1991-1996 sy di pulau ini, mengeyam pendidikan SD di 3 tempat berbeda. Masih banyak kawan orang tua disana, jadi memudahkan saya ‘dititipkan’ agar orang tua lebih ayem. Baiklah keinginan saya untuk menjelajah papua, maluku, nusa tenggara harus pupus. Ya buat saya lebih baik begini daripada tidak sama sekali.

Saya melamar ke dinas kesehatan salah satu kabupaten di Kal Sel, sebagai dokter PTT daerah, dengan diantar oleh ayah saya. Jujur saja, ayah saya kenal dengan bupati dari kabupaten ini, saya kembali ‘dititipkan’. Kenal karena hubungan bisnis, ya begitulah, ayah saya dengan temannya bermitra untuk menjalankan bisnis tambang walaupun sdh hampir 5 tahun tdk ada hasilnya karena terbentur proses perijinan dan manajemen bisnis yang kacau. Sebagai seorang dokter yg baru lulus tdk etis kl saat melamar sudah ‘ngarani’ minta ditempatkan dimana. Saya utarakan mungkin tujuan ke depan agar saya bisa sekolah lagi. Entah karena keistimewaan ayah saya atau memang diperlukan (sejauh ini yang sy tahu karena dibutuhkan), saya ditempatkan di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah), sekarang BLUD(Badan Layanan Umum Daerah). Jangan tanya saya apa perbedaan instansi dari RSUD menjadi BLUD karena bagi kami fungsional perbedaan itu tidak begitu terasa.

Impian saya setelah lulus itu cm satu, saya bisa jadi dokter puskesmas di sebuah desa terpencil, berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Kecintaan saya dengan dunia pendidikan bisa saya salurkan dengan membagi buku-buku yang sudah lama sy kumpulkan, membantu anak-anak disana agar bisa ‘bermimpi’ karena tanpa mimpi semua terasa sulit untuk diraih. Apa dikata, saya tidak ditempatkan di puskesmas tapi di RSUD. Saya lumayan shock, karena jujur sy tidak siap bertugas di RSUD. Merasa belum cukup ilmulah lebih tepatnya, ya apapun itu alasannya saya mau tidak mau harus mempersiapkan bekal “skill” dan “mental”. Padahal kalau sy memikirkan lagi, apa bedanya di RS dan di puskesmas? Justru di puskesmas yg banyak anggapan “bisa santai” menurut saya salah besar. Tanggung jawab di puskesmas jauh lebih kompleks dibanding di RS. RS tidak bertanggung jawab pada lingkungan sekitar, puskesmas harus menguasai permasalahan di cakupannya. Terlihat kecil, hanya 1 kecamatan. Hey, di kalimantan 1 kecamatan besarnya bisa 2-3x kecamatan di pulau jawa. Yah seingat saya sih pembentukan puskesmas berdasarkan jumlah populasi masyarakat , kalau tidak salah.

Kehidupan awal saya di kalimantan tidak jauh beda dari di jawa, nah dari point ini saya sering dapat “hujatan” dari teman2 sejawat, “dokter ptt kq enak banget, rumah kontrakan, bawa kendaraan pribadi lagi..ccck..cck..cck..itu namanya pindah rumah”. Ya mau bagaimana lagi sy anggaop ini rejeki, mungkin karena saya anak perempuan kedua yang masih lajang, orang tua merasa bertanggung jawab penuh pada diri saya, terima aja lah toh tidak ada yang salah..hehehe.
Nama kota dari kabupaten saya, maaf tidak bisa saya sebutkan, karena RSUD Cuma ada satu di kabupaten ini. RSUD ini tipe D ke C, hehehe ini jawaban yang saya terima saat saya diajak berkeliling oleh Kabid (kepala bidang) Pelayanan. Entahlah sampai saat ini kriteria RS tipe A-D sy juga belum terlalu banyak tahu, yang pasti dari segi ketersediaan fasilitas sampai tenaga dokter spesialis merupakan salah satu kriterianya. Yang pasti hanya ada 4 dokter spesialis mayor (bedah, obgyn, anak, ilmu penyakit dalam),1 dokter spesialis mata (hanya sebagai dokter tamu yang datang 2x seminggu), 2 dokter gigi, 7 dokter umum (termasuk saya). Fasilitas ada 6 bangsal termasuk ICU (kata salah satu dokter spesialis kategorinya ICU abal2, hehehe) dan VIP, radiologi, laboratorium, ruang operasi, dan tempat saya bertaruh atas semua jerih payah keilmuan yg saya dapatkan yaitu UGD 24 jam.

Awal saya bertugas di RSUD ini, hanya satu doa saya, diberi kesehatan dan kemampuan. Saya kaget dengan ritme kerjanya, saya pikir yang bekerja hampir 22 – 24 jam hanya saat saya menempuh pendidikan klinik (bc:koass), saya maklum karena tenaga kami kekurangan dan kalau mengikuti ritme kerja yg normal yaitu ada 3 shift masing2 kisaran 8 jam pasti waktu istirahatnya akan jauh lebih pendek. Sebagai anak baru tidak berani protes atau berkeluh kesah, pantang bagi saya, karena bagi saya berkeluh kesah menandakan kita kalah sebelum bertanding. Mencoba menjalani dengan sebaik2nya itu jauh lebih terhormat. Selain itu saya dikelilingi oleh teman2 yang sangat solid, tak pelit ilmu apalagi dengan saya yg notabene dokter baru yang minim skill maupun pengalaman, yang awalnya sangat berat saya rasakan 2 bulan pertama ‘setengah’ berat hehehe. Ya iming2 uang jaga juga sangat membantu karena bagi kami wajar, secara perhitungan beban kerja , beban kerja kami jauh di atas beban kerja normal. Entahlah bagaimana harus menilai semua ini, jujur saya bukan tipe orang yang ngoyo dalam bekerja, saya cenderung ingin begitu menikmati pekerjaan saya.

Beban kerja yang berlebihan secara langsung berpengaruh terhadap kinerja. Oke, di RSUD ini bila kebagian jatah poli pagi (umum atau bedah, tergantung pembagiannya) maka saya harus bekerja dari jam 08.00-12.00 (waktu pelayanan) tapi ketentuan sampai 14.00, nah kalau saya kebagian shift sore dan malam maka setelah jam 14.00 saya jaga UGD sampai jam 08.00 besoknya, dan tetap masuk pagi poli (08.00-12.00). Mari berhitung, pastinya lebih dari 24 jam bukan? Akan jauh lebih melelahkan kalau kami kebagian shift UGD pagi selama sebulan, dan pasti ada jatah jaga sore-malam, bayangkan kami jaga pagi ugd lanjut sore-malam sampai bsk paginya lanjut lagi shif pagi, yak betul sekali saya bisa dipastikan bekerja 30jam. Hebatnya adalah (ya semua memang tergantung dari niat maka Tuhan beri kekuatan), saya tidak pernah sakit selama menjalani pola kerja seperti itu. Tapi terkadang rasa capek yang begitu dahsyat (jam capek saya itu diatas jam 12 malam -05.00) sy tidak bisa menghindarinya, dan semua akan tampak pada mood dan ritme kerja saya.

Fase itu terkadang tidak bisa saya hindari (dalam hati saya berdoa semoga Tuhan ampuni). Bukan hanya mood, celakanya itu berpengaruh terhadap diagnosa kami, tapi syukurnya adalah sy belum dan jangan sampai mengalami kesalahan mendiagnosa, ah Tuhan kan Maha Tahu hambaNya bukan??. Pernah saya utarakan ke manajemen, jawabannya karena sedikit dokter yang mendaftar unt bekerja di RS ini. Awal bekerja saya masih sangat lugu, saya berpikir mungkin karena tempatnya jauh sehingga jarang teman2 yang berminat. Well, kalau saat ini saya bisa berkomentar, kekurangan tenaga bisa karena “salary” yang tidak bagus atau jaminan aturan kepegawaian yang kacau, kedua poin itu terjadi disini. Kenapa bisa ada dua poin tersebut??? Panjang ceritanya….

Sindrom “dokter baru lulus” dan jobless betul-betul saya rasakan, maka 1 bulan sejak saya mengirimkan lamaran saya saya memberanikan diri telepon ke Kabid pelayanan RSUD, karena sebelumnya saya diinfokan bahwa saya diterima di RSUD bukan di puskesmas.Akhir bulan april tepatnya saya telepon kembali, saya tanya kapan saya bisa bekerja, beliau bilang bagaimana kalau “minggu depannya”, wow!! Saya bersemangat sampai tidak menghiraukan saran ayah saya bahwa sebaiknya menunggu SK turun, tapi karena saya sudah merasa tidak nyaman menganggur maka saya memaksakan diri agar saya bisa segera berangkat. Yak, saya pun berangkat diantar kedua orang tua saya, yah anggap saja 3 orang berangkat akan menghemat biaya bagasi saya yg overload, lebih dari 20kg pastinya. Itu pun saya masih kelebihan, total harus membayar 250ribu lagi untuk overbagasi. Baiklah, singkatnya saya diterima bekerja bulan mei 2010, untuk kelengkapan STR (surat tanda registrasi) memang belum ada karena belum dikirim dari jakarta. Sudah saya utarakan, kebetulan saya membawa surat keterangan lulus UKDI (Uji Kompetensi Dokter Indonesia) apakah bisa sebagai jaminan, dan tidak ada masalah hanya sesegera mungkin saja. 2minggu kemudian STR saya datang dan baru saya diijinkan secara mandiri “pegang” pasien. Oke, karena sindrom dokter baru, maka selama 4 bulan saya “anteng” (tenang, bhs jawa) tidak menanyakan kemanakah uang tunjangan saya.

Berhubung dokter ptt di RSUD saat itu hanya saya maka saya pikir pemberian uang tunjangan sama dengan dokter lainnya yang CPNS dan PNS, yaitu kisaran 3-4 bulan sekali. Ya sudah selama 4 bulan saya tidak menanyakan sampai akhirnya pada bulan akhir agustus saat tunjangan daerah teman2 yang CPNS dan PNS keluar saya baru tahu, ternyata sebagai dokter PTT daerah saya hanya mendapatkan gaji saja sebesar 1,5 juta. Wow, saya kaget setengah mati, karena tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh Kabid Pelayanan saat saya masuk. Sebenarnya kalau saya jeli sedikit di SK saya memang hanya dituliskan gaji saja sebesar 1,5 juta, tidak ada keterangan tunjangan daerah. Bodohnya adalah saya menganggap bahwa tunjangan daerah tidak perlu SK…ya baiklah kesengsaraan karena ulah sendiri namanya.

Saat itu bulan September, selama hampir 2-4 minggu saya berunding dengan koordinator dokter umum dan teman2 sejawat dokter umum mengenai langkah yg harus saya ambil (momen ini bikin saya sadar teman2 sejawat di kalimantan keluarga kedua bagi saya), lalu disampaikan ke direktur RSUD, saat itu yang menjabat mantan Kabid Pelayanan jadi beliau paham dengan permasalahan. Yang lebih menyayat hati adalah, dokter2 PTT sebelum saya mengalami hal yang sama tapi uang itu diambil dari dinkes, (sy kurang paham prosedurnya). Pokoknya saat saya bertugas RSUD sudah tidak dibawah Dinkes jadi lebih independen. Kasus yang saya alami ini pun jauh berbeda (klaim manajemen RSUD).

Setelah melalui beberapa tahap perundingan jelas sekali semua ini karena masalah administratif yang kacau, uang untuk Tunjangan Daerah sy sebenarnya ada tapi tidak bisa dikeluarkan karena masalah “nomor rekening” (ah saya tidak terlalu paham, bagi saya uang itu ada atau tidak ada di rekening, tak berbeda jauh kalau pada kenyataannya tidak saya terima). Alasan itu ibarat kita lapar, nasi itu “katanya” di lemari kayu yang tidak transparan, terkunci dan tidak tahu kuncinya dimana. Dari beberapa kesepakatan yang diambil, semua rasanya kok “mentok”. Maaf saya tidak terlalu paham dengan birokrasi yang saya tahu saya hanya meminta hak saya. Akhirnya jalan terakhir yang ditempuh adalah saya harus membuat SK kedua untuk tunjangan daerah saya. Dan….ini tidak mudah, karena “belum ada contohnya”. Entah mengapa saya khawatir karena ini menyangkut urusan hukum dan pastinya sulit karena harus mencari aturan hukumnya.

Proses sampai pada pembuatan SK baru sebenarnya cukup panjang, karena awalnya solusi ini tidak dicuatkan. Opsi awal yang diajukan saya tetap menerima uang tunjangan tp sumber uang itu dari rekening lain (maaf saya tidak terlalu paham), yang pada intinya apabila ada “temuan” dari BPKP saya harus bersedia mengembalikan ke RS. Oke, bagaimana rasanya hak yang harusnya saya terima suatu saat harus saya kembalikan. Aduh saya sampai sulit bagaimana mengibaratkannya. Tanpa berpikir panjang saya menolak opsi ini. Dengan lancangnya, saya berani mengambil resiko bahwa bila hanya opsi itu yang tersedia maka lebih baik saya mengundurkan diri. Bayangkan saja saya dokter termuda, sendiri di perantauan, berani mengambil langkah sedikit jual mahal. Walaupun orang tua berat hati awalnya karena mereka bersedia mendukung saya, biaya hidup ditanggung. Buat saya itu justru lebih memalukan, bekerja tapi tak bisa menghidupi diri sendiri. Tapi teman2 sejawat mendukung penuh langkah saya. Berat tapi saya memberikan jangka waktu bagi manajemen selama 1 bulan untuk menyelesaikan kalau tidak saya terpaksa mengundurkan diri.

Dalam hati saya sebenarnya melihat ini bukan masalah nominal melulu, memang tunjangan itu besarnya sama dengan gaji saya sebesar 1,5 juta. Dan hidup di kalimantan sulit bila hanya dengan 1,5 juta saja. Lebih baik saya pulang ke jawa tinggal dengan orangtua saya bekerja dengan upah sebesar itu, saya sanggup. Lebih dari permasalahan besarnya uang yg saya terima, penghargaan terhadap profesi ini jauh lebih penting. Apa yang saya korbankan, perihnya melalui semua tahap menjadi seorang dokter begitu sangat saya hargai. Penghargaan terhadap diri sendiri jauh lebih berharga, siapa lagi yang akan menghargai diri sendiri kalau bukan diri ini? Menjadi seorang dokter bukan perkara mudah bagi saya jadi saya jg tidak mau keberadaan saya digampangkan oleh orang lain.
Terkesan arogan, sombong atau apalah itu namanya tapi menurut saya, kesabaran (bc: kebodohan) selama 5 bulan (4bulan karena ketidaktahuan+1bulan menunggu SK rampung) sudah sangat cukup, jadi selama 1 bulan tak terhitung berapa kali saya bolak balik ke lantai2 (lantai kantor manajemen RS) menanyakan sudah sejauh mana proses saya berjalan. Pantang bagi saya memperlihatkan ketidaksukaan saya pada awalnya, tapi kalau ketidaksukaan ditampakkan setelah keramahan saya bertanya, maaf sikap yang jauh tidak ramah terpaksa saya kasih (lo jual gua beli).

Oktober 2010, saya lupa tanggal berapa tapi saat itu saya sedang menghadap direktur RS, kabar gembira bahwa SK saya disahkan. Wah senang nya saya , perjuangan selama ini tidak sia-sia. Tapi, tidak sepenuhnya kabar gembira, ternyata yang dibayarkan adalah tunjangan setelah 4bulan saya bekerja. Ibaratnya setengah keringat saya selama 6 bulan menguap tak tersisa. Kaget, campur kecewa, rasa syukur karena sikap “idealisme” saya tidak sia-sia bercampur gak karuan. Tapi saya menghargai upaya direktur yang tetap memperjuangkan ke biro hukum karena tidak ada SK yang berlaku surut. Ya wajar namanya manusia pasti ada rasa kecewa karena menurut saya dan orang2 sekitar, “it’s not my fault” dan itu harga mati. Biarlah manajemen yang pusing (dalam hati beranggapan seperti itu).

Selama proses “kecewa” yg mungkin awal pembelajaran hidup, saya tetap profesional, kinerja saya tidak saya kendorkan hanya karena masalah “penghargaan”. Pasien dan keluarga pasien tak perlu mengeluh karena dokternya “tidak semangat” bekerja. Justru mereka lah semangat saya untuk bertahan dan menunaikan komitmen kewajiban saya. Klise? Pasti apalagi yang tidak bisa merasakan bagaimana “kekacauan” UGD yang kadang bisa menguras habis tenaga dan emosi, tapi senyum yang teramat sangat puas saat “kekacauan” itu berakhir dengan indah (bc:selamat bagi pasien dan senyuman bagi keluarga pasien). Memang kadang kekacauan itu tidak “happy ending” melulu, “sad ending” datang awalnya dirasakan saat pasien itu gagal diselamatkan dengan berbagai faktor mungkin karena prosedur, obat2an, alat2 penunjang, skill yang terbatas. Semangat belajar selalu datang saat faktor terakhir mungkin jadi andil, hikmah ini lah yang harus selalu ada selain rasa penyesalan karena tidak mampu menolong mereka (bc:pasien).

Syukurnya, saat melalui proses kecewa itu, saya memiliki ibu yang selalu mendukung saya, teman2 yang selalu ada dan bersedia berbagi hati dengan saya. Sebuah rasa kecewa yang wajar saat apa yang kita usahakan tidak memberikan hasil seperti yang kita harapkan apalagi saya yang berniat ingin melanjutkan sekolah S2 dan itu memerlukan biaya yang banyak, keinginan menabung sejak dini sudah harus saya lakukan. Nasehat dari seorang ibu memang mengalahkan kata2 bijak sekelas motivator “Mario Teguh”, rejeki sudah ada yang mengatur sekeras apapun diusahakan pasti muaranya sebesar IA menakarkan untuk kita, ambil hikmahnya mungkin perjuangan saya memberikan kemudahan bagi dokter2 ptt baru yang akan mendaftar. Berat untuk ikhlas tapi harus saya amini semua kata2 sang ibu. Saya pun mengutarakan ke direktur bahwa saya tidak keberatan apabila SK ini berlaku surut dengan konsekuensi apa yang saya terima hanya setelah 4 bulan saya bekerja tapi dengan sebuah catatan yang cukup saya garis bawahi dengan spidol hitam, apa yang saya alami tidak boleh terulang lagi. Suatu kebodohan yang sangat teramat tragis (bodoh yang tragis) apabila manajeman mengulangi hal yang sama. Proses ini bisa saya sebut proses “ikhlas”.

Selang seminggu dari “proses ikhlas” saya itu, kabar gembira datang bahwa SK bisa berlaku surut. Wow, saya senang bukan kepalang, tidak menyangka karena say sudah ikhlas atas apa yang tidak bisa saya raih. Tuhan hanya menguji sejauh mana rasa ikhlas kita, karena pada akhirnya Ia yang menentukan baik atau tidak semua yang kita minta. Mungkin hak saya itu IA anggap baik dan memang hak saya. Sebuah perjuangan yang tidak kenal kompromi atas sebuah penghargaan profesi berakhir manis , idealisme yang tidak bisa tergadaikan dengan jaminan tidak ada kesombongan tapi proses ikhlas walaupun rasa kecewa mengawali semuanya telah saya rasakan. Bisa saya katakan, awal dari idealisme yang tersentak di garis startnya.

tentang perenungan diri

mereka bilang saya galak….????

oleh Menik Razief pada 24 Februari 2010 pukul 23:42

21:16 24/02/2010

2 hari yang lalu sy posting status d wall, yg intinya sy “kick” seseorang dr fb sy, (krn y sy g suka aj ma dy, dr statusnya yg bikin sy enek..hehe, y emg si hak nya dy biin posting kyk gt, n haknya sy jg kan “hapus” dy dr kumpulan teman fb sy..hehe). Intinya bukan mslh knp tu org bikin sy mual, yg menginspirasi sy adalah bbrp komen yg bikin sy haru, tercengang dan sedikit rasa “maklum”, ad beberapa yg komen seakan2 sy tuh orgnya “galak”…sy selalu menolak kl ad yg blg dgn sebutan “galak”, dan sy klarifikasi kl sy hanya agak sedikit “tegas” aj ditambah sy agak kurang sedikit rasa “sabarnya” (yg normalnya manusia hidup itu dengan secangkir rasa “sabar”, nah sy itu dr secangkir hanya kurang 1/8 aj kq..xixi, mgk agak “tegas”+kurang “sabar = galak ??…hehe, itu formulasi sy sih..)

tp sy pikir2 yg blg kl sy galak hampir sebagian besar org yg “hidup” bersama sy y minimal 1 mg deh, pasti mrk beranggapan spt itu (sambil menggeleng2kan kepala…dan bergumam : kq bs ya??), dan yg blg sy baik dan cantik bs diitung pake jari kaki ma tangan..(org yg bernurani sedikit sekali..pdhl itulah yg sbnrnya)..memang sy agak narsis..krn postingan ini bukti kenarsisan sy..maklum sblm terjun jd dokter sy ngarep bgt jd artis..hehe, terbukti dr teman yg ad d fb, sebagian besar dr mrk sy krg akrab..y wajar kn artis tdk tll akrab ma fansnya..(makin parah narsisnya..hoho).

Okey, setelah semalaman sy merenung smbil mandang langit2 kamar, sy mencoba unt menganalisa diri sy sendir, mengorek lebih dalam k alam jiwa, masa lalu, dan bertumpuk2 dosa yg menggunung slm lbh dr 15 taun (maaf umur bt sy hal yg sensitif..xixi). Dan stlh sy tilik lebih lanjut, mgk bbrp kejadian yg menguatkan asumsi bhw sy “galak” (exactly, i hate this adjective…sy hanya “agak tegas”, tp knp lbh nikmat bagi nurani unt menyebut diri sndri “galak” y?? maybe heart knows d truth..hihi)..dan bbrp saksi hidup dr bbrp kejadian hidup sy ad d dlm fb ini..xixi (entah mrk msh ingat dosa2 itu..smg tidak..krn kl ingat berarti mrk blm memaafkan sy, tp kpn sy mnt maafnya y?? hihihi).

Masa kecil sy, yg sy ingat sy anak perempuan yg cukup “manis” (krn sll meringis..hehe, garing maning..), agak pendiem, polite, dan sk maen barbie sendiri d kmr, (yg terakhir sbnrnya sempat menguakkan pengakuan yg bikin sy tertohok..sgt tertohok…ibu n kakak sy dl mengira jgn2 sy psikopat lg, g sk keluar kmr…whaaaaaat?? teganya kalian…oh nooo). Padahal sy maen sndiri krn tmn sy rmhnya agak jauh..n sy kl maen barbie hrs pk alur crita..jd misal hari itu episodenya “keuarga berencana”, mksdnya 1 keluarga, ortu dan kedua anaknya..nah kl ad tmn kn bs aj anaknya nambah jd 3 atau 4, sy g bs kl gini, bs g konsisten sm akhir crita (huehehehe….hebat kn sy, y gini2 kn dl sk ikt ibu sy rapat pkk, n tw program pemerintah..xixi). well, seketika sy berubah mjd anak yg “agak preman” (ooops, bkn galak lho..sy hanya berakting jd preman..beneran deh..it was acting my friends..not more..hehe). Nah critanya begini, saat itu sy pindahan dr kalimantan k jawa tengah, lalu sekolah pun pindah (wkt itu kelas 6 sd). Saat itu (inget bgt saat jam istirahat di sekolah sy yg baru..), ad temen yg ngejekin sy “mickey mouse”, krn tas sy emg mickey mouse…g tw knp tiba2 sy beranggapan..sy sgt terhina krn sy dianggap mickey mouse yg item, berkuping lebar..eeeeu…yg mirip cm itemnya doank kalee..kupingnya si enggak..dan kebetulan sy sgt bangga ma tas sy, maklum pemeberian ortu dr overseas (dan itu pertama kalinya bagi ortu sy, jd sy anggap nilai historisnya sgt besar..hehe, lebay..). Dan tiba2 pd jam 1 siang sepulang sy sekolah, entah setan mn yg merasuki sy..and d story goes…baaaaaamp!! sy menabrak sepeda anak itu dgn spd sy, sy tendang bannya dgn kaki sy..n otomatis dy pun berhenti..(for ur information…my friend was a boy..yes he was..hihi). Abis itu sy blg pk bahasa indonesia krn sy g bs pk bhs jawa maklum anak pindahan..”heh, km td yg ngatain sy y mickey mouse ya?? AWAS YA KAMU KL BESOK NGATAIN LAGI..” dan tmn sy tsb hny bs mengelak dgn agak ketakutan kl sy liat si (hehe, oooh mgk sy aj yg salh liat y??), bis tu krn tdk mendapat perlawanan sengit , sy tinggal pergi karena apa…cb tebak?? karena sy g nyangka mbl dinas ayah sy ad di belakang sy dan didlmnya ada ayah dan ibu sy (sontak dlm hati sy kaget sekali…waduh ketauan nih..hehe..tp ekspresi sy si staying cool, toh sy kan g kepergok pas nendag spdnya..xixi). Ya bs ditebak kelanjutan critanya..sy dimarahin d rmh, tp sy g nangis krn bagi sy itu hal yg prinsiple..(ya iyalah , sy jauh berbeda ma mickey mouse, sy g berkuping lebar..dan sy bukan laki2..mgk sy msh mikir bt ngelabrak kl sy katain “daisy” yg notabene pacarnya mickey..hehehe). Alhamdulillah tmn sy itu msh exist..hehe, dan msh ad d fb sy, g bakal sy kick krn dy utang tendangan sepeda ma sy..(so sorry brother..i didnt mean it..hehe).

Nah, stlh kejadian itu, “MEREKA BILANG SAYA GALAK???” emang iya?? ah menurut sy itu cm perasaan mereka, kl gr ini si sy g setuju deh (ngotot.com..), tp sy merasa menemukan jati diri sy kl sy dilahirkan dgn sifat “agak tegas”..hehe, lho smua pemberianNYA kn hrs disyukuri to??

Kejadian lainnya lagi adalah saat sy kelas 3 SMU, saat itu sy sedang naik motor di suatu sore, kebetulan sy merasa ad yg ketinggalan n hrs balik k sekolah stlh plg les, nah sekolah sy itu kl mw masuk harus nyebrang melewati jalam besar..saat itu sy harus belok kanan, dan sy berhenti krn mw belok kanan dan sy adalah seorang pengguna jalan yg taat jd jauh bbrp meter sy dah pasang lampu “sen” tanda belok ke kanan…stlh berhenti beberapa lama tb2 ad motor yg nabarak dr belakang, sy terjatuh dan terpisah dr motor sy sejauh 2 meter….waduh krn ingatan ini msh jelas kl sy dah pasang lampu sen dan berhenti cukup lama, lgs “naluri preman” sy muncul….seketika sy lgs berdiri yg notabene msh di tengah2 jalan raya yg cukup byk truk n bisnya..tp krn ad kejadian itu sontak mrk berhenti..Seketika sy bangun, entah knp satu2 nya hal yg ingin sy lakukan adalah segera menghampiri laki2 yg menabrak sy…dgn langkah kaki yg terpincang2..sy udh mau nyamperin..untungnya ad org yg kebetulan nolongin sy ngingetin sy..”udh mb, minggir dulu ya?? ni kn di tengah jalan..” uppps, oia ya..smbil sy tegok ka ki sblm sy nyampe k tersangka itu..fiuuuh.,ap jadinya kl sy “menceramahi” si laki2 itu di tengah jalan…and d story goes again : kejadian yg kalian harapkan tjd d tengah jln besar..itu terjadi di trotoar..pdhl si laki2 itu adalah seorang bapak2..huh..sy nyesel kq g co ganteng aj sih..hehe!! Dan saat sy berdebat ma si bapak, sy dikelilingi byk laki2 yg kebetulan “nonton” sy beraksi di jalan tsb..tp syukurlah sy mendapat dukungan penuh dr audience kl sbnrnya si bapak ntu yg salah…hehe, g sia2 kan!!! y g bs diboongin aura sy menyebar k para audiens itu..xixi! bt sy lagi2 kejadian ini g bs bikin asumsi mereka ttg sy galak terbukti..krn pd dasarnya sy menuntut hak sy bhw sy g bersalah (hehe, bt sy saat itu legalitas benar atau salah sgt penting..unt memberikan alibi dari memarnya kaki sy dan bengkoknya bemper motor sy ke ortu sy..)..emg si g perlu di tengah2 jalan gede tp ya harap dimaklumi..darah muda (darahnya para remaja….rhoma wanna be..hihi).

Semasa smp n sma seingat sy, sy g tll terkenal sbg “menik yg galak”,,tp lbh akrab mrk blg sbg “menik yg judes”..hehe (sm aj y?? beda donk…kl galak kn hrs pk kumis, kl judes kn lbh girly getooo..xixi).

Nah setelah ,memasuki bangku perkuliahan, “hobi” sy yg satu ini mencuat pertama kali sy menceburkan diri di organisasi (rohis tepatnya)..entah knp pdhl dah sy tahan spy g keluar eh g tw nya tiap kali rapat n sy rasa kq beda ma pendapat sy, ni hobby keluar dgn tanpa malunya (hehehe..), tp untungnya kn kl rapat di rohis, sebelum mengakhiri rapat ditutup dengan doa pentup majelis..yah yg intinya kt satu sama lainnya salin mohon ampun atas segala dosa yg ditimbulkan saat kt berkumpul (huaaaaa..jd inget masa2 rohis..masa2 jauh dr kejahiliyahan spt skrg..huhuhu)..agak g terbebani dgn hobby ini..dan sy terharu bgt tmn2 rohis mw nerima sy n percaya ma sy, (tuh kan yg berhati lembut pasti akan melihat cahaya terang dr hati sy..jd jangan percaya ma “mereka yg bilang sy galak” ya??..hehe.

eits tp jgn salah lho, terkadang “hobby” ini menguntungkan…(mau bukti???? eeh g ush ngotot donk ngomnya..biasa aj..hehe, lho kq edan..xixixi). Beneran nih, jadi gini, saat itu sy n tmn2 rohis ad acr k palembang p sblmnya kt mampir bt seminar di fk ui 2 hr, y msh 1 rangkaian acr ma yg di palembang, nah singkat cerita akomodasi tiket ke palembang diurus sm panita dr fk ui..y sdh, lgn kami saat itu hanya sbg peserta, jd y terima jadi aj deh..nah sy inget bgt, kami dibagikan tiket pesawat itu tepat bbrp saat sblm boarding pass..jd saat kami brkt kami g tw kami naik j brp n sm pesawat ap..stlh itu akhirnya km tw km pk pesawat yg akan brkt 45 menit atau 1 jam sy agak lupa..nah pas boarding pass, tiba2 1 rombongan , kira2 kloter saat itu ad 5 atau 6 org gitu, dikumpulkan sm petugas airlinenya dan blg k kami kl kemungkinan penerbangan ditunda sampe bsk (for ur information..acr kami hanya 3 hr, kl km brkt bsknya otomatis kami hanya ikt separuh perjalanan acr, krn sejujurnya saat itu kami jg sdh meninggalkan rangkaian acr..waduh kq kyknya ngotot bgt ya?? sy hanya ingin memberikan alibi yg kuat atas kejadian yg terjadi selanjutnya..okey please prepare for that..hehe!!)..Dan saat sy dgr kl penerbangan ditunda bsk smpe kami dpt seat di pesawat..lalu sy nanya balik, ok kl bsk kami ad kepastian brkt jam brp, nah si petugas yg bikin sy mau ga mau mengeluarkan “sedikit dr hobi sy itu” hehe, jawab y blom pasti juga mb bsk brkt j brp, bs aj ditunda smpe bsknya lagi (dalm hati sy mikir, ni org dah pnh keselek kendodong g siy…psti pd nanya? emg sy pernah?? hehe, blomlah..amit2..xixi). Hmmmm..baiklah sy rs tiba waktunya sy blg dgn sdkt hobi sy itu..”lho ya ga bisa donk ms, kl kami berangkat bsk, trus bsk tyt g dpt seat, ditunda lg mpe bsknya…y acaranya udh selesai..bt ap kami ke palembang kl acaranya udah selesai..!! dan ms tau kami cm 3 hari di palembang dan hrs kembali lagi…fiuuuh”. Y iyalah bagi sy hal ini teramat sangat penting karena ap..sy tengsin jg k ayah sy yg kebetulan nganterin sy pas di jakarta..ngakunya pamit ke palembang kq balik lagi..hehe!! Sy jg bingung, tmn2 sy yg lainnya speechless, entah terpesona ma si ms2 itu atau kaget liat sy ngom gt (sy harap bkn krn yg terakhir..krn msh “sopan” kq saat sy harus ngom k ms2 itu..hehe, y walaupun bikin dy lgs buru2 pergi n blg “bentar ya mb, sy usahain dl mb dan yg lainnya bs ke palembang skrg…” wuuuuuuus…di ms2 lgs ngacir entah kmn..hehe). Selang bbrp lama , he came bak again n brought us a good news..akhirnya kami bs brkt saat itu jg (yipppppi..akhirnya kagak jd tengsin niy..xixi) and palembang here we come.., dan saat itu jg si ms2 begitu cptnya ngurus administrasi kami..(dlm hati, wuah mgk si ms2 ini dah enek ngeliat kt (kita??? lo doank kaliii…hehe, itu mgk yg dilontarkan oleh yg lainnya kl dipersalahkan ttg mimik msnya yg nyaris pucat..hehe..well, no problemo). and endingnya perjalanan k palembang diawali dgn hobby sy itu..hehe. Tp sy msh merasa berdosa ma si ms2 itu, y mw gmn lg, terkadang hak yg memang milik kt hrs kt perjuangakan samapi rasa malu penghabisan..xixixi.

okey keuntungan yg kedua adalah, hobby sy ini mungkin menyembuhkan seorang anak kecil yg menurut sy ga “manis” krn g mw makan. Kejadiannya bbrp bln lalu saat sy msh koas anak di RSUD, saat iu musim ujian jd gencar cari pasien bt ujian..smua pasien baru sy anamnesa (bc:ditanya2), nah suatu ketika ad seorang anak laki2 umur 5 tahun, masuk krn demam 5 hari g sembuh2 dan g mau makan sama sekali (diagnosa smntr mgk ni anak typhoid..), abis itu sy tanya dengan gaya penuh kelemahlembutan ke si anak tsb krn kt ibunya dy g mw makan..(hmmm..sy plg agak memicingkan kedua mata liat anak dgn riwayat g sk mkn, krn bt sy ad bbrp alasan : pertama ni anak g sk makan krn males makan n kebanyakan jajan di luar, yg kedua krn si ibu anak ini kemungkinan masakannya g enak..tp unt alasan yg kedua kyknya enggak deh secara si bapak agak gendut g mgk kn masakan istrinya g enak..n liat anaknya tipe anak manja…hmmm…i got something to do to d spoiled child..xixixi). Diawali dgn senyum berkode (jd ni senyum pny kode bt anak kecil…senyum ini mengisyaratkan..kl si anak hrs ngaku dgn jujur n melakukan ap yg sy perintahkan..xixi, tp ni senyum laksana embun di pagi hari bt si orang tua anak…hehe, krn “sang koas akan memeriksa dan mengerahkan segenap kemampuannya”..). Well, i started wth a question:” lho, kenapa g mw makan??” sembari memberikan senyuman berkode itu, hihihi…bis itu si anak jawab “g mau makan…!”, hmmm..sy terpaksa memakai hobby lama sy : “lho kl g makan g cpt sembuh lho?”senyuman berkode itu makin mantap dan dibumbui dgn sedikit ancaman “ntar di rumah sakitnya luama banget lho kl ga makan, malah bs ga pulang2″..xixixi. Dan si anak terdiam (entah mikir atau jgn2 syok lg..hehe). Lalu si ibu menambahi..”tuh kan , ntr g plg lho..”!!, dan si anak ttp terdiam smbil mengunci rapat mulutnya (ya iyalah…namanya diem masak melongo kayak sapi dongo..wekekek). Waduh dlm hati sy takut jg ni anak kl ntr knp2..well its time ngabuuuuuur…sy lgs pura2 sbk ma pasiennya yg tepat di sampingnya, nah selang bbrp menit sy ngurusin pasien lain..tiba2 scr tak terduga, si anak blg “ibu, aku mau makan sekarang..”. weiiiis dlm hati sontak kaget…yipppi, it worked!! yes, it worked…huaaaa i couldnt imagine tht (waaaah..sy merasa sbg koas yg berhasi..halah..lebaaaay mode on). Lalu sy lgs blik badan n ngom k si anak itu “nah gitu donk..itu namanya anak pinter n cpt sembuh nanti..”, sembari memberikan senyum yg tulus tanpa kode apa2..hehe!! tuh kan ini bukti kedua kl asumsi mereka ttg sy galak..bs aj salah besar..xixi (tetep ngotot..).

Waduh semoga pd ga teler bc postingan sy kali ini, yg sy yakin pasti bikin kalian agak mual, atau udh ad yg muntah jg..ccck..cck..jgn smpe y?? hehe. Intinya adalah sy cm ingin minta maaf karena y pd akhirnya sy mengakui jg kalau asumsi mereka ttg saya galak itu tetaplah fitnah…loh??? hehe, bukan mksd sy mgk ad benarnya (hehe, msh keras kepala jg ya??..) oke deh berhubung seperti byk suara yg ngotot sy harus mengakui hobby sy itu..(sy merasa hampir seperti halusinasi auditorik..krn sbgn besar yg bc postingan sy ini bergumam dlm hati…”gila ni menik..jelas2 gw korban dr “kegalakannya” selama ini, ttp g nyadar jg..ampun2..”hehehe). Okey, saya menyerah, memang sy ini galak (aduh g terima deh…agak tegas aj boleh ga??hoho), tp sbnrnya itu hanya bentuk ekspresi care sy ke kalian kq..bener deh..g boong.. cb tanya mrk yg g kenal sy pernah g sy galakin..xixi. Dan karena sy agak sedikit ekspresif n kurang sabar sedikit, y mgk sy jg orngnya asal njeplak jg..tp beneran deh “hobby” sy itu krn sy sayang ma kalian..xixixi (ttp butuh alibi yg kuat spy sy g dihujat..hoho).

Buat semua tmn yg merasa mjd korban dr “hobby” sy itu…tolong dibuka pintu maaf sebesar2nya..jujur selain krn khilaf n krn takaran sabarnya msh kurang 1/8 dr ukuran cangkir sabar dalam kehidupan, itu krn sy care n sayang ma kalian..hehe. Dan sy salut yg sebesar2nya bt semua tmn yg masih “tahan” menghadapi “hobby” sy itu, dan sy sgt menyesalkan tmn atau sahabat yg jd “ketularan” hobby sy itu walaupun dah berulang kali sy bilang “dont try this 2 urself ya..?” hehe. Tapi rata2 bestfriends sy sm galaknya kq ma sy..beneran, atau jgn2 mrk yg nularin sy..xixi (who knows??).

Satu hal yg perlu kalian tau adalah bhw sy sejak dulu kala sdh teramat sangat berusaha menjadi seorang manusia hambaNYA yg lembut, krn yg sy pahami adalah sbg seorang muslimah, role model sy sbg mahlukNYA yaitu rasulNya, dan sang Rasul berakhlak lembut dan penyanyang..setiap harinya sy berusaha mjd sosok yg lembut, walaupun sy merasa kdg “hobby” ini keluar dgn spontannya (astagfirullah..)..tp jgn khawatir teman sy tetep pede unt sll berusaha, dan tetap sll mendoakan dan kt saling mendoakan agar pribadi masing2 kt dapat menjadi pribadi yg selalu mencintai dan dicintaiNYA..(weiiis, berasa kyk mario teguh ya?? bukan begitu sahabat super?? hehehe)..

akhirnyaaa….

Sebuah keinginan yg sdh lama tp sll tertunda karena rasa malas yg kdg sy malas untuk memerangi.

Tapi sebuah semangat hadir saat seorang guru yang jg kawan baik menyadarkan bahwa sy harus menyalurkan hobi sy ini.

Blog bukan lah “sesuatu” (oooh, kata ini sdh dieksploitasi oleh seseorang yg mengaku artis), yg langka saat ini.

Buat sy blog itu spt diary yg berceceran kmn2 sehingga setiap org bisa melihatnya.

Tapi sy sbg pemiliknya memang menginginkan demikian, absurd tp beginilah hidup terkadang kt dipaksa memahami sebuah kondisi yg sulit unt dimengerti hanya ada kepuasan saat menikmatinya.

Oke, bercerita ttg kawan baik sy itu yg jauuuh lbh tua dr sy shg terkadang sangat memahami sy di luar kesadaran. Yah mgk faktor umur pastinya.

Tak byk hal yg berkaitan dg hobi yg sy utarakan kecuali satu, sy hobi tidur…menyimpan ide hanya sebatas aplikasi “memoPad” di Blackberry, tp setdknya saat sy bekerja sy sll aware atas ketidakbecusan dari sebuah sistem yg akhirnya mengorbankan penikmat sistem.

Wajar sj karena sy dulu (sdh resign dan msh jobless –> i hate this fact honestly) bekerja sbg penjaga gawang RSUD, ya anggap sj jd “dokter umum”. Ya sdh bukan rahasia lg kl ketidakbecusan republik ini sdh sampai ke semua wadah aplg yg berbau “pelayanan publik”. Satu hal yg bs sy sharing disini, kami sbg “pelaku sistem” sgt dirugikan oleh sistem yg sangat tdk membela “sumpah dokter” yg terlanjur kami ucapkan. Tapi tak menutup mata byk pihak yg mrs memanfaatkan. Well, honestly my ex hospital has best doctors..trust me?

Ah, jd ngelantur kmn2…

Kawan baik sy itu seorang guru bagi sy dan tmn2 lainnya, kami byk berdiskusi, semua hal. Syukurnya cara memandang sebuah titik persoalan tdk jauh beda, mgk terlihat lbh klop.

Intinya adalah sy sgt terkejut , seseorang yg tdk byk sy ceritakan tentang “hidup” scr intim tp bs mengerti arah keinginan sy ini. “Coba kamu tuangkan semua ide km dalam bentuk tulisan”

Banyak cerita dari sebuah keinginan yg bisa terwujud termasuk sy.

Mungkin atau pastinya terkesan sangat norak, karena bisa dianggap ini adalah sebuah euforia memiliki sebuah blog.

Musuh yg jg teman baik sy, yaitu si malas, suka nemenin unt hal2 yg spt ini. Aneh, heran betah banget sy ditemenin dy yg jelas2 bikin sy macet.

Kendala awalnya adl fasilitas dunia maya yg belum sy benahi, stlh sy benahi teman sy itu pandai menghadiahi sy seribu alasan menjauh dr laptop sy.

Tak byk harapan dari blog ini, hanya semua “kotoran” yg harus dikeluarkan memiliki wadah yg agak sedikit modern.

Alhamdulillah, sy sdh pny blog..banyak cerita yg ingin dituangkan, pahit, jengkel, malu, cinta, benci, singkatnya BLOG adalah FITRAH..